Rahasia Dibalik Baraqah Hari Jum'at
Ibadah shalat jum'at merupakan fardhu 'ain disaat segala syaratnya melengkapi sekaliannya. Sebagaiman Allah berfirman dalam Al-Quran:
يآأيها اللذين آمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فااسعو الي ذكر الله وذروا البيع. "Wahai orang-orang yang beriman apabila telah tiba waktu seruan bagi shalat daripada hari juma'at, maka bersegeralah kamu zikir kepada Allah dan segeralah jualanmu"
Yang dimaksud zikir dalam ayat tersebut adalah mengerjakan shalat, dan ada pula yang berpendapat zikir itu adalah khuthbah jum'at maka diperintahkan untuk bersegera. Maka hukum menyegerakan itu wajib.
Dan sabda Nabi Muhammad SAW:
الجمعة حق واجب علي كل مسلم في جماعة إلا أربعة عبد مملوك أو امرأة أو صبي أو مريض.
"Shalat jum'at itu adalah hak yang wajib di atas tiap-tiap muslim dalam berjamaah, kecuali 4 orang yang tidak wajib baginya, hamba milik seseorang, perempuan, shabi (anak kecil dibawah umur), dan orang sakit.
Ibadah shalat jum'at itu pertama kali difardhukan adalah di Kota Mekkah. Namun tidak di tegakkan shalat jum'at di Kota Mekkah alasan yang pertama karena bilangannya tidak mencukupi kadar syarat wajib jum'at, ataupun alasan yang ke-2 karena syiarnya shalat jum'at itu mendhahirkan (menampakkan) ke daerah-daerah lain seperti kota madinah, dll. Sedangkan di kota Mekkah Rasulullah menegakkan shalat jum'at secara tersembunyi-sembunyi.
Orang yang pertama kali menegakkan ibadah shalat jum'at di kota Madinah sebelum hijrah adalah as'ad bin zararah di sebuah kampung jaraknya 1 mil dari kota Madinah.
Ibadah shalat jum'at merupakan ibadah yang paling afdhal (sepesial) dari ibadah-ibadah shalat lainnya. Dan hari jum'at pula yang lebih afdhal daripada hari-hari lain dalam seminggu. Dan sebaik-baik hari yang keluar matahari, pada hari itu pula Allah merdekakan 600.000 hamba dari api neraka, dan jua bila seseorang meninggal di hari Jumat maka Allah tuliskan pahala syahid kepada hamba tersebut dan terpelihara dari fitnah neraka.
Telah berkatalah Sayyiduna Quthbil Ghausi Sayyidil Habib 'Abdullah Bin 'Alawil Haddad:
"Sesungguhnya hari jum'at itu merupakan penghulu segala hari, dari hari itu memiliki kemulyaan di sisi Allah yang Maha Agung. Dan pula di hari itu Allah ciptakan Nabi Adam' Alaihissalam, dan pula hari jum'at hari terjadinya qiamat. Dan di hari Jumat pula Allah izinkan kepada ahli surga untuk mengunjungi tetangganya. Sedangkan para malaikat Allah, menamai hari Jumat itu dengan hari maziidah (yang delebihkan) karena Allah bukakan pintu rahmat dengan selebar-lebarnya dan limpahan karunianya dan dihamparkan kebaikan di hari itu jua.
Dan pada ini hari sangat dituntut sunatkan untuk berdoa secara muthlaq. Sebagaimana Imam alghazali rahimahullahu ta'ala berkata:lazim di atas engkau dengan mulazamah segala amalan-amalan yang shalih dan segala ketetapan-ketetapan Agama. Dan jangan engkau berbimbang dengan selain itu terkecuali hal itu perkara yang darurat yang mesti dilaksanakan.
Hari Jumat di akhirat nanti merupakan hari yang sangat terkhusus untuk ber'umudiyah kepada Allah SWT. Sedangkan hari-hari lainnya sudah memadai untuk berbimbang urusan-urusan duniawi nisbah tipu daya dan sia-sia. Dan sepatutnya bagi setiap mukmin bahwa dijadikan hari-harinya dan malam-malamnya untuk tenggelam dengan beramal untuk akhirat ".

Comments
Post a Comment