Hakikat Ketakwaan Seorang Hamba Allah SWT.

Pada kesempatan ini alfaqir ingin menguraikan beberapa baris saja tentang takut kepada Allah SWT.
Banyak sudah para-para penulis senior yang telah menjelaskan hal itu, namun mungkin tujuan penyampaiannya sama saja, akan tetapi metodenya lain bahasa sedikit dan cara yang lainnya.
Allah SWT berfirman di dalam Alquran:
يآايها الذي ين آمنوا التقوا الله حقَّ تقاته
Artinya:" Hai orang-orang yang beriman, takutlah kamu akan Allah dengan sebenar-benarnya".
Dan berkatalah Sayyidina 'Ali Karamallahu Wajhah:
التقوي هو الخوف من الجليل والعمل بالتنزيل والقناعة بالقليل والاستعداد ليوم الرحيل،
Artinya:" definisi dari taqwa adalah takut akan Allah dan mengerjakan yang diperintahkan Nabi Muhammad SAW dan mereka menerima dengan baik pemberian Allah yang sedikit dan bersedia menghadapi hari perliaran (hari qiamat)".
Ringkasnya ialah menjunjung tinggi segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan Allah SWT. misalnya mengerjakan shalat lima kali sehari semalam, meninggalkan mencuri, meninggalkan minum tuak, main judi, melaga-laga ayam dan sebagainya.
Apakah jalan dan sebab supaya engkau takut kepada Allah Ta'ala?
Adalah yang demikian sangat banyak sekali, sebahagian daripadanya ialah bersyukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah Ta'ala, seperti mata, kaki, lidah, tangan, telinga, dan sebagainya.
Adapun definisi dari syukur itu adalah mempergunakan segala pemberian Allah Ta'ala itu kepada pekerjaan yang disukai dan dicintainya. Maka nikmat Allah seperti mata, pergunakanlah melihat yang dibolehkan agama, seperti melihat kitab suci Al-Quran waktu membacanya dan melihat pelajaranmu, dan sebagainya. Dan kaki, langkahkanlah kepada tempat yang baik-baik seperti pergi kemadrasah, kemesjid dan ke tempat-tempat bertabligh dan ke rumah saudaramu yang sakit. Dan tangan, pergunakanlah memperbuat yang dibolehkan dalam agama seperti menolong orang yang berat bebannya, dan membuang sesuatu yang membahayakan dari pasar yang ditempuh orang dan sebagainya. Kemudian lidah, mestilah engkau tuturkan kepada kata-kata yang baik seperti membaca Al-Quran, dan menghafal pelajaran, dan memberi nasehat. Maka jangan sekali-kali pergunakanlah lidahmu untuk mencerca, mengupat, memaki orang, dan mengasung-ngasung, berbohong, dan lain sebagainya, karna itu semua dilarang dalam agama.
Telah bersabdalah Rasulullah SAW:
من كان يوءمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت
"Barang siapa yang percaya benar-benar akan Allah dan hari kiamat maka mestilah ia memperkatakan yang baik-baik atau hendaklah ia diam".
Dan pula telah berkatalah seorang pensyair:فاحفظ لسانك واحترز من لفظه # فالمرء يسلم باللسان ويعطب
"Peliharalah lidahmu dan berhati-hatilah menuturkannya # karna adalah keselamatan dan kecelakaan seorang itu disebabkan lidahnya jua" .
Dan dengan sebab lidah orang masuk ke surga atau terjerumus ke neraka. Adapun telinga, maka dengarkanlah kepada yang baik-baik seperti mendengar orang-orang membaca Al-Quran, mendengar tabligh, dan penerangan-penerangan Agama. Maka jangan engkau pergunakan telingamu mendengar orang-orang mengupat-ngupat, mencerca-cerca, dan mengasung-ngasung dan membual-bual, dan sebagainya. Karena yang demikian dilarang dalam Agama.
Dan sebagiannya jalan takut akan Allah itu ingat akan mati. Firman Allah dalam Al-Quran: كل نفس ذاءقة الموت
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati"
Dan tiap-tiap makhluk akan dikumpulkan di hari qiamat kelak. Karna kalau engkau ingat akan mati, akan takutlah engkau mengerjakan larangannya, sebab orang-orang yang mengerjakan nahi Allah SWT akan mendapat kesusahan mulai dari kubur sampai hari qiamat, dan kelak akan masuk ke dalam neraka.
Dan ketahuilah hai saudaraku, bahwa takut kepada Allah itu sebab lekas engkau beroleh amal yang berfaedah. Firman Allah dalam Al-Quran: واتقو الله ويعلمكم الله
"Bertaqwalah kamu kehazirat Allah, kelak Allah memberi kamu ilmu"
والله أعلم بالصواب   

Comments